Tito–Purbaya Kompak Kawal Pengalihan TKD agar Daerah Lebih Mandiri
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kompak memastikan kebijakan pengalihan Transfer ke Daerah (TKD) berjalan terkawal.
![]() |
| Mendagri Tito dan Menkeu Purbaya. Foto: Instagram/titokarnavian |
JAKARTA — Keduanya menegaskan, langkah ini bukan pemangkasan anggaran, melainkan upaya memperkuat kemandirian fiskal pemerintah daerah (Pemda).
Tito menegaskan, pemerintah pusat tidak akan membiarkan daerah kewalahan menghadapi tekanan fiskal akibat penyesuaian TKD.
Namun, ia mengingatkan bantuan hanya akan diberikan jika daerah menunjukkan komitmen menata ulang anggaran dan memperbaiki efisiensi belanja publik.
“Kebijakan pengalihan TKD bukan pemangkasan membabi buta, melainkan dorongan agar daerah lebih disiplin secara fiskal dan fokus pada program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Tito di Jakarta.
Mendagri Tito Karnavian juga meminta para kepala daerah tidak reaktif terhadap perubahan angka transfer. Menurutnya, reformasi fiskal harus dijalankan dengan penyesuaian program yang berorientasi pada manfaat konkret bagi masyarakat.
Senada, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya disiplin anggaran di daerah. Ia menegaskan, kualitas belanja dan tata kelola keuangan menjadi kunci agar dana transfer berdampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Semuanya tergantung pada kepala daerahnya nanti ke depan,” ujar Purbaya usai menerima rombongan Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Purbaya menjelaskan bahwa total alokasi dana transfer ke daerah tetap sebesar Rp 1.300 triliun. Bedanya, sebagian anggaran kini disalurkan melalui mekanisme belanja kementerian agar lebih terukur dan sesuai kebutuhan daerah.
Ia menambahkan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan terus memantau penyerapan anggaran hingga akhir tahun untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
Analis politik dari Citra Institute, Efriza, menilai duet Tito–Purbaya menjadi simbol konsistensi pemerintah pusat dalam menjaga keseimbangan fiskal nasional.
Menurutnya, langkah ini menunjukkan bahwa kebijakan pengalihan TKD dijalankan dengan koordinasi yang kuat antar kementerian.
Ia menilai kekompakan dua menteri tersebut menjadi sinyal positif bahwa pengalihan TKD bukan langkah ekstrem, melainkan strategi moderat untuk menyehatkan fiskal daerah. Efriza menyebut, koordinasi semacam ini jarang terlihat di masa lalu.
“Kebijakan ini bukan bentuk lepas tangan pemerintah pusat. Justru Tito dan Purbaya memastikan daerah tetap mendapat pendampingan agar tidak terpuruk,” tegasnya.
Efriza juga menambahkan, pengalihan TKD menjadi momentum penting bagi kepala daerah untuk meningkatkan kreativitas dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai, inilah saatnya daerah berinovasi tanpa menambah beban masyarakat.
Sinergi antara Tito Karnavian dan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan bahwa pengalihan TKD bukan ancaman, melainkan peluang reformasi fiskal. Dengan pendekatan kolaboratif dan pengawasan yang ketat, pemerintah pusat berharap daerah semakin mandiri, transparan, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi nasional.

Posting Komentar