PT PEMA Bahas Investasi Sulfur dengan Bupati Aceh Timur

Pintu kerja sama ini, kata Mawardi tidak hanya dengan Aceh Timur, melainkan juga dibuka untuk berbagai daerah lainnya di Aceh.

PT Pembangunan Aceh (PEMA) menghadiri pertemuan dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, di Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (2/10). Pertemuan ini membahas percepatan investasi, termasuk pengelolaan sulfur di daerah itu.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur dalam pergemuan dengan Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, di Pendopo Bupati Aceh Timur, Kamis (2/10). Foto: Humas PT PEMA

ACEH TIMUR — Selain PT PEMA, pemangku kepentingan lain, mulai dari Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Medco E&P Malaka, PT Pekola, hingga BUMD Aceh Timur, PT Aceh Timur Energi dan Mineral (ATEM) juga turut hadir.

Bupati Al-Farlaky menegaskan komitmennya mendorong hilirisasi sektor strategis. Ia menyebut pengembangan sulfur sebagai langkah memperkuat ekonomi daerah. Fokus ini juga menyasar pertanian dan perikanan.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menyatakan dukungan penuh atas inisiatif Bupati Al-Farlaky. Ia menyebut sinergi antar-BUMD sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan.

“Sebagai putra daerah yang lahir dan tumbuh di Aceh Timur, saya sangat mendukung kemajuan daerah saya,” ujar Mawardi.

Ia menegaskan bahwa PT PEMA siap berkontribusi dan bersinergi untuk pembangunan berkelanjutan yang membawa manfaat bagi masyarakat Aceh.

Pintu kerja sama ini, kata Mawardi tidak hanya dengan Aceh Timur, melainkan juga dibuka untuk berbagai daerah lainnya di Aceh. 

“PEMA sekali lagi sangat membuka ruang diskusi kepada setiap kabupaten, daerah, dan kota yang ada di Aceh untuk percepatan pembangunan ekonomi ke depan,” tegasnya.

Selain itu, Komisaris Independen PT PEMA, Firdaus Noezula yang juga hadir dalam pertemuan ini, menekankan bahwa pembahasan terkait investasi perlu dielaborasi lebih lanjut dalam rapat direksi PEMA. 

Ia juga menegaskan perlunya komunikasi langsung antara Direksi dan jajaran komisaris dengan Gubernur Aceh agar langkah strategis ini dapat berjalan optimal.

Menutup bahasan pertemuan rapat strategis ini, Bupati Aceh Timur pun menyambut baik tanggapan dan jawaban para stakeholders dalam hal ini Perusahaan yang melakukan proyeksi bisnis di daerahnya. 

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan stakeholder bisnis lainnya dalam mendorong investasi strategis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh Timur serta Aceh secara keseluruhan.