Dr. Safaruddin Lantik Pejabat Abdya, Ingatkan Jabatan Ini Hanya Amanah
Bupati Abdya lantik pejabat baru, tekankan integritas, percepat layanan publik, wujudkan Abdya maju dan berprestasi
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Dr Safaruddin, melantik lima pejabat eselon III dan dua Camat dalam jabatan Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Abdya. Prosesi pelantikan berlangsung di Lobi Kantor Bupati Abdya, Selasa (15/7/2025) pagi, dalam suasana khidmat.
ABDYA - Pada kesempatan itu, Dr. Safaruddin, menyampaikan bahwa prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Abdya bukanlah hal baru. Menurutnya, ini merupakan hal biasa dalam pemerintahan yang harus dilakukan untuk memastikan roda administrasi berjalan dengan baik.
"Ini hanya seremoni biasa yang nilai pentingnya adalah bagaimana ada keberlanjutan pemerintahan, ada nilai perubahan dan perbaikan serta mengharapkan kemajuan dari pelayanan dasar pada publik yang diciptakan oleh pemerintah Kabupaten Abdya," kata Safaruddin.
Dr. Safaruddin pun secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Namun ia mengingatkan bahwa jabatan ini sifatnya hanya sementara, dengan tanggung jawab dan amanah yang berat.
"Tentunya bagi saudara-saudari yang dilantik saya mengucapkan selamat dan menyampaikan bahwa jabatan ini hanya sementara sifatnya, tanggung jawab dan amanah ini adalah sesuatu yang berat," ujarnya.
Ia juga meminta para pejabat agar di mana pun dan kapan saja tetap memegang teguh dedikasi serta integritas diri demi memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Abdya.
"Memang sebuah keharusan bahwa prosesi saudara mendapatkan jabatan untuk tunduk dan patuh pada pimpinan saudara," tambahnya.
Namun Safaruddin mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati Zaman Akli tidak ingin memiliki jajaran bawahan yang hanya sekadar ikut perintah tanpa memikirkan benar atau salah.
"Tapi bagi saya sebagai Bupati Abdya mungkin sama dengan prinsipnya dengan Wakil Bupati Zaman Akli, bagi kami tidak mau ada para jajaran bawahan yang mengikuti perintah yang tidak elok dan tidak patut untuk dicontoh," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Safaruddin berpesan agar para pejabat melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin sesuai kemampuan, integritas, serta kapasitas masing-masing.
"Lakukan yang terbaik sebisa mungkin dari kemampuan bapak ibu sesuai dengan integritas serta kapasitasnya," pesannya.
Ia juga mengingatkan kepada semua yang hadir, bahwa jabatan kepala daerah itu sendiri diperoleh melalui proses demokrasi, merupakan amanah rakyat yang harus dijaga.
"Atas nama pemerintah, saya mengaturkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin yang dipilih secara demokratis dengan nilai konstitusi yang dilewati dalam proses pesta demokrasi," jelasnya.
Dr. Safaruddin juga menyampaikan harapan besar agar kepercayaan lima tahun yang diberikan oleh rakyat dapat diemban sebaik-baiknya, dengan terus membangun kolaborasi untuk menghadirkan kemajuan bagi Abdya.
"Harapan besar bagi kami, kami hanya berusia lima tahun kepercayaan ini agar bisa mengimbangi tubuh, diberikan kekuatan untuk bisa berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik untuk Bumo Breuh Sigupai ini," katanya.
Ia berharap para pejabat yang baru saja dilantik dapat segera bekerja, melakukan percepatan program, dan menghadirkan perubahan yang jauh lebih baik dibandingkan pejabat sebelumnya.
"Harapan saya, yang ibu bapak lakukan adalah lakukan percepatan dan kemajuan yang jauh lebih baik dari orang-orang yang mengisi jabatan sebelumnya," pintanya.
Pada kesempatan itu, Dr. Safaruddin juga menyinggung visi pemerintahan baru yang ia sebut sebagai era "Arah Baru Abdya Maju", yang ingin menciptakan prestasi sekaligus meninggalkan warisan baik bagi Kabupaten Abdya.
"Kalau berbicara hijrah, hijrah pemerintahan baru pada era Arah Baru Abdya Maju ini adalah era ingin menciptakan prestasi dan legacy bagi kabupaten," ungkapnya.
Dr. Safaruddin berharap pemerintahan Abdya ke depan dapat berjalan stabil dan mampu menjalin kolaborasi aktif dengan instansi vertikal, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kepercayaan kepada masyarakat.
"Kolaborasi dengan para instansi vertikal ini merupakan sebuah perwujudan bahwa pemerintah memiliki rasa tanggung jawab dalam proses pelayanan dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat," kata Dr. Safaruddin.
Namun ia tidak lupa kembali mengingatkan bahwa jabatan ini sifatnya sementara. Jika tidak mampu memberikan kebaikan, maka sewaktu-waktu bisa digantikan oleh orang yang lebih kompeten.
"Disamping itu juga saya mengingatkan kepada saudara bahwa saudara kapan saja dan dimana saja bisa untuk diganti dengan yang lain," katanya.
"Jabatan ini anggaplah sementara, selagi saya dan pak wakil bupati memberikan kepercayaan. Tapi ketika saudara dinilai belum memberikan kebaikan maka kami akan mengisi pada orang-orang yang punya kompetensi dan SDM yang lebih baik," sambungnya.
Khusus kepada para Camat, Dr. Safaruddin menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelayanan dasar ke masyarakat bersama para Keuchik. Ia meminta agar komunikasi dibangun secara aktif dan persuasif, bukan hanya sekadar relasi atasan dan bawahan.
"Camat harus bisa berkolaborasi semangat melakukan pelayanan dasar ke masyarakat dengan para Keuchik," ujarnya.
"Komunikasi yang aktif, nilainya persuasif, tidak hirarki pimpinan atasan dengan bawahan saja. Karena, Keuchik juga dipilih oleh rakyat. Mereka punya legalitas yang kuat," sebut Dr. Safaruddin.
Selan.itu, ia juga menekankan pentingnya peran Camat dalam membina Keuchik, terutama dalam hal transparansi pengelolaan keuangan Desa.
"Camat harus bisa memberikan pengayoman, bimbingan kepada Keuchik, terutama dalam nilai transparan keuangan, dan itu harapan saya kepada para Camat," pesannya.
Di akhir sambutan, Dr. Safaruddin turut mengumumkan kabar gembira. Kabupaten Abdya terpilih sebagai salah satu dari 100 titik Kabupaten se-Indonesia yang akan dibangun kampung nelayan Merah Putih di Gampong Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng, dengan anggaran mencapai Rp22 miliar pada tahun ini.
Untuk diketahui, pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Abdya Nomor 594 Tahun 2025. Dalam SK itu, Mayza Firman dilantik menjadi Camat Blangpidie dari jabatan sebelumnya sebagai analis pemerintahan pada Setdakab Abdya. Sedangkan Ridhawiyardi dipercaya menjadi Camat Manggeng dari jabatan Auditor pada Inspektorat Abdya.
Selain dua camat, lima pejabat eselon III yang dilantik yakni dr Ismail Muhammad (Ismuha) sebagai Direktur RSUTP Abdya, Saiful menjadi Sekretaris pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, Irma Ika Susanti sebagai Sekretaris pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dr Delfi Sanutra menjadi Kabag Pelayanan Medis pada RSUTP Abdya, serta Taufik Ali menjabat Kabid Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat pada Satpol PP dan WH setempat.
![]() |
| Bupati Abdya, Dr. Safaruddin lantik Camat dan pejabat eselon III berlangsung di Lobi Kantor Bupati Kabupaten setempat. Foto: Ist |
ABDYA - Pada kesempatan itu, Dr. Safaruddin, menyampaikan bahwa prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Abdya bukanlah hal baru. Menurutnya, ini merupakan hal biasa dalam pemerintahan yang harus dilakukan untuk memastikan roda administrasi berjalan dengan baik.
"Ini hanya seremoni biasa yang nilai pentingnya adalah bagaimana ada keberlanjutan pemerintahan, ada nilai perubahan dan perbaikan serta mengharapkan kemajuan dari pelayanan dasar pada publik yang diciptakan oleh pemerintah Kabupaten Abdya," kata Safaruddin.
Dr. Safaruddin pun secara khusus menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru saja dilantik. Namun ia mengingatkan bahwa jabatan ini sifatnya hanya sementara, dengan tanggung jawab dan amanah yang berat.
"Tentunya bagi saudara-saudari yang dilantik saya mengucapkan selamat dan menyampaikan bahwa jabatan ini hanya sementara sifatnya, tanggung jawab dan amanah ini adalah sesuatu yang berat," ujarnya.
Ia juga meminta para pejabat agar di mana pun dan kapan saja tetap memegang teguh dedikasi serta integritas diri demi memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Abdya.
"Memang sebuah keharusan bahwa prosesi saudara mendapatkan jabatan untuk tunduk dan patuh pada pimpinan saudara," tambahnya.
Namun Safaruddin mengatakan dirinya bersama Wakil Bupati Zaman Akli tidak ingin memiliki jajaran bawahan yang hanya sekadar ikut perintah tanpa memikirkan benar atau salah.
"Tapi bagi saya sebagai Bupati Abdya mungkin sama dengan prinsipnya dengan Wakil Bupati Zaman Akli, bagi kami tidak mau ada para jajaran bawahan yang mengikuti perintah yang tidak elok dan tidak patut untuk dicontoh," tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Safaruddin berpesan agar para pejabat melaksanakan tugas dengan sebaik mungkin sesuai kemampuan, integritas, serta kapasitas masing-masing.
"Lakukan yang terbaik sebisa mungkin dari kemampuan bapak ibu sesuai dengan integritas serta kapasitasnya," pesannya.
Ia juga mengingatkan kepada semua yang hadir, bahwa jabatan kepala daerah itu sendiri diperoleh melalui proses demokrasi, merupakan amanah rakyat yang harus dijaga.
"Atas nama pemerintah, saya mengaturkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati adalah pemimpin yang dipilih secara demokratis dengan nilai konstitusi yang dilewati dalam proses pesta demokrasi," jelasnya.
Dr. Safaruddin juga menyampaikan harapan besar agar kepercayaan lima tahun yang diberikan oleh rakyat dapat diemban sebaik-baiknya, dengan terus membangun kolaborasi untuk menghadirkan kemajuan bagi Abdya.
"Harapan besar bagi kami, kami hanya berusia lima tahun kepercayaan ini agar bisa mengimbangi tubuh, diberikan kekuatan untuk bisa berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik untuk Bumo Breuh Sigupai ini," katanya.
Ia berharap para pejabat yang baru saja dilantik dapat segera bekerja, melakukan percepatan program, dan menghadirkan perubahan yang jauh lebih baik dibandingkan pejabat sebelumnya.
"Harapan saya, yang ibu bapak lakukan adalah lakukan percepatan dan kemajuan yang jauh lebih baik dari orang-orang yang mengisi jabatan sebelumnya," pintanya.
Pada kesempatan itu, Dr. Safaruddin juga menyinggung visi pemerintahan baru yang ia sebut sebagai era "Arah Baru Abdya Maju", yang ingin menciptakan prestasi sekaligus meninggalkan warisan baik bagi Kabupaten Abdya.
"Kalau berbicara hijrah, hijrah pemerintahan baru pada era Arah Baru Abdya Maju ini adalah era ingin menciptakan prestasi dan legacy bagi kabupaten," ungkapnya.
Dr. Safaruddin berharap pemerintahan Abdya ke depan dapat berjalan stabil dan mampu menjalin kolaborasi aktif dengan instansi vertikal, sebagai wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan pelayanan dan kepercayaan kepada masyarakat.
"Kolaborasi dengan para instansi vertikal ini merupakan sebuah perwujudan bahwa pemerintah memiliki rasa tanggung jawab dalam proses pelayanan dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat," kata Dr. Safaruddin.
Namun ia tidak lupa kembali mengingatkan bahwa jabatan ini sifatnya sementara. Jika tidak mampu memberikan kebaikan, maka sewaktu-waktu bisa digantikan oleh orang yang lebih kompeten.
"Disamping itu juga saya mengingatkan kepada saudara bahwa saudara kapan saja dan dimana saja bisa untuk diganti dengan yang lain," katanya.
"Jabatan ini anggaplah sementara, selagi saya dan pak wakil bupati memberikan kepercayaan. Tapi ketika saudara dinilai belum memberikan kebaikan maka kami akan mengisi pada orang-orang yang punya kompetensi dan SDM yang lebih baik," sambungnya.
Khusus kepada para Camat, Dr. Safaruddin menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelayanan dasar ke masyarakat bersama para Keuchik. Ia meminta agar komunikasi dibangun secara aktif dan persuasif, bukan hanya sekadar relasi atasan dan bawahan.
"Camat harus bisa berkolaborasi semangat melakukan pelayanan dasar ke masyarakat dengan para Keuchik," ujarnya.
"Komunikasi yang aktif, nilainya persuasif, tidak hirarki pimpinan atasan dengan bawahan saja. Karena, Keuchik juga dipilih oleh rakyat. Mereka punya legalitas yang kuat," sebut Dr. Safaruddin.
Selan.itu, ia juga menekankan pentingnya peran Camat dalam membina Keuchik, terutama dalam hal transparansi pengelolaan keuangan Desa.
"Camat harus bisa memberikan pengayoman, bimbingan kepada Keuchik, terutama dalam nilai transparan keuangan, dan itu harapan saya kepada para Camat," pesannya.
Di akhir sambutan, Dr. Safaruddin turut mengumumkan kabar gembira. Kabupaten Abdya terpilih sebagai salah satu dari 100 titik Kabupaten se-Indonesia yang akan dibangun kampung nelayan Merah Putih di Gampong Lhok Pawoh Kecamatan Manggeng, dengan anggaran mencapai Rp22 miliar pada tahun ini.
Untuk diketahui, pelantikan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bupati Abdya Nomor 594 Tahun 2025. Dalam SK itu, Mayza Firman dilantik menjadi Camat Blangpidie dari jabatan sebelumnya sebagai analis pemerintahan pada Setdakab Abdya. Sedangkan Ridhawiyardi dipercaya menjadi Camat Manggeng dari jabatan Auditor pada Inspektorat Abdya.
Selain dua camat, lima pejabat eselon III yang dilantik yakni dr Ismail Muhammad (Ismuha) sebagai Direktur RSUTP Abdya, Saiful menjadi Sekretaris pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya, Irma Ika Susanti sebagai Sekretaris pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), dr Delfi Sanutra menjadi Kabag Pelayanan Medis pada RSUTP Abdya, serta Taufik Ali menjabat Kabid Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat pada Satpol PP dan WH setempat.

Posting Komentar